Gelut.com – Alkisah disuatu kota hiduplah seorang pemuda tampan dengan pekerjaan mapan, pemuda tersebut memiliki nama Agus, dia menjadi dambaan setiap wanita di kotanya, namun dibalik ketenarannya dan menjadi dambaan setiap wanita, ia suka bermain-main dengan wanita, tidak sedikit wanita yang rusak karenanya.

Suatu ketika dia bertemu dengan seorang wanita cantik yang sedang jalan-jalan bersama adiknya, seorang cantik itu bernama Rani, ia mulai beranikan diri untuk berkenalan dan hingga suatu ketika menjalani hubungan sebagai pacar. Rani merupakan seorang polos dengan paras cantiknya. Karena sudah menjadi sifat si Agus selalu melakukan hubungan *tim dengan Rani saat sepi, namun dibalik semua tindakan Agus selalu mengambil resiko yang aman, yaitu setiap mau berhubungan selalu menggunakan k*nd*m.

Suatu saat Agus membeli pengaman tersebut disuatu toko karena rencana nanti malam akan makam malam bersama keluarga Rani kemudian ia membeli pengaman tersebut disuatu toko obat, ia bercakap ke penjual obat tersebut.

Agus : Pak ada k*nd*m?

PJ : ada nak, mau berapa?

Agus : Saya mau 1 saja pak.

PJ : Sudah menikah berapa tahun nak kok kelihatannya masih remaja

Agus : Saya belum menikah pak, hanya saja nanti malam mau makan malam bersama pacar saya kebetulan biasanya habis makan malam kan ada kelanjutannya.

PJ : Emang apa kelanjutannya?

Agus : Ah bapak kaya tidak pernah muda saja.

Kemudian Agus pergi meninggalkan toko tersebut, namun selang beberapa waktu Agus kembali lagi.

PJ : kenapa kembali lagi, apa ada yang ketinggalan?

Agus : Saya mau beli 2 lagi pak k*nd*mnya, kebetulan adiknya juga cantik, dia juga suka dengan saya, yang satu lagi kebetulan ibunya tidak kalah cantiknya, walau sudah tante-tante namun gayanya masih kelihatan muda.

Kemudian Agus meninggalkan toko tersebut, selang beberapa waktu akhirnya tiba saatnya Agus datang ke rumah Rani untuk acara makan malam bersama keluarga. Setelah bertemu ayah, adik, dan ibu Rani kemudian si Agus diajaklah ke ruang makan, disana ia mulai mengobrol lama dengan semuanya.

Hingga akhirnya mulai makan bersama, dengan bergegas Agus memimpin doa dengan khusyuknya, hingga hampir 5 menit Agus membaca doa dengan mulutnya komat kamit. Setelah doa selesai agus mulai mengambil nasi, namun Rani dengan kakinya menyenggol kaki Agus dan berbisik.

Rani : Baru tahu aku ternyata kamu sangat religius

Agus : Aku juga baru tahu kalau Ayah kamu penjual toko obat sebelah.

#########