Pada suatu hari Presiden suatu negara sedang blusukan untuk melihat kondisi dan situasi di negaranya, ia berjalan dari satu tempat dan pindah ke tempat lain, mulai dari desa hingga sampai di pasar, sesampainya di pasar, bapak presiden yang pada saat itu di kawal oleh beberapa pengawal pilihan dan puluhan wartawan dari beberapa stasiun televisi, kemudian mereka bertemu dengan penjual kue kecil dipinggir jalan masuk pasar, dan terjadi percakapan diantara mereka.

Prs : Kuenya enak bu, sudah berapa lama ibu berjualan kue?

ibu : Saya sudah lama pak, berjualan kue hampir 35 tahun untuk menghidupi keluarga saya di rumah.

Prs : Anggota keluarga ibu ada berapa?

Ibu : ada 5, saya, suami , dan 3 anak kami.

Prs : Apa pekerjaan suami anda sehingga anda harus berjualan kue untuk menghidupi keluarga, apa penghasilannya kurang?

Ibu : Suami saya sudah tidak mampu untuk bekerja (diiringi suasana terharu)

Prs : Terus anak-anak ibu sekarang bagaimana, kok tidak ada yang membantu, apa mereka sekolah?

Ibu : Mereka semua sudah bekerja berkat saya menjual kue ini pak.

Prs : Wah hebat, dimana mereka sekarang.

Ibu : mereka ada di KPK, Polda, dan Kejaksaan.

Prs : LUAR BIASA,

Lalu presiden dihadapan para wartawan dan masyarakat disana, ia memberikan sedikit sambutan, semua wartawan berkumpul untuk meliput semua yang dibicarakan, di depan penjual kue itu presiden berkata,

Prs : Semua masyarakat dan wartawan media yang ada, mari kita contoh ibu penjual kue yang hebat, hanya dengan berjualan kue saja, ia dapat menyekolahkan anaknya hingga sekarang ada di KPK, POLDA dan Kejaksaan, dan pastinya anak-anaknya jujur dan tidak korupsi, karena jika korupsi mungkin ibunya hidup dalam rumah mewah hasil korupsi. Kita patut beri apresiasi kepada ibu ini. (diiringi dengan tepuk tangan)

Kemudian dihadapan semua yang hadir, presiden menyela pembicaraan dan bertanya lagi ke penjual kue,

Prs : Apa jabatan anak anda di KPK, Polda dan kejaksaan?

Ibu : (dengan polos menjawab) samaa… mereka berjualan kue juga disana.

Prs : (Kejang-Kejang)

 

 

 

Tunggu, sedang memuat. . .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here