SHARE

Daerah Jawa adalah daerah yang masih mempercayai adanya Pamali dan Mitos terutama di daerah – daerah pedesaan, karena kebudayaannya yang masih kental sehingga Pamali dan Mitos ini menjadi kepercayaan turun-menurun yang diwariskan oleh orangtua atau masyarakat Jawa tempo dulu. Pamali sendiri secara hafiah memiliki kesamaan arti dengan pantangan atau ketabuan, Pamali Jawa adalah pantangan dari masyarakat Jawa yang harus dihindari oleh anggota masyarakatnya sendiri. Apabila pantangan tersebut dilanggar, pelanggar akan mendapatkan risikonya.

Pantangan tersebut juga harus dialami oleh ibu hamil, tidak hanya harus dihindari oleh seorang yang hamil saja, suami dari wanita yang hamil pun diwajibkan untuk mengikuti beberapa pantangan-pantangan tersebut agar si jabang bayi dan kehamilan istrinya tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Meski sering kali tidak masuk akal, pantangan-pantangan ibu hamil dalam adat jawa pada suatu kondisi menunjukan kebenaran dan ketepatan. Entah karena sugesti atau karena dihubung-hubungkan, berikut adalah beberapa mitos yang dilarang dilakukan saat sedang hamil.

1. Dilarang membunuh binatang

Dalam adat Jawa membunuh hewan seperti kodok, cicak, ikan, atau hanya sekedar mengikat kaki burung menggunakan seutas benang dilarang bagi ibu hamil dan juga suaminya. Sebab, jika itu dilakukan, maka dipercaya bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya tersebut.

Baca Juga : Sejarah dan Misteri Wisata Candi Borobudur

2. Dilarang Mengejek Orang Cacat

Pantangan adat jawa bagi ibu hamil selanjutnya adalah mengejek orang yang cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Dikhawatirkan bila ibu hamil tersebut melanggarnya, maka bayi yang dilahirkannya kelak akan memiliki kelainan atau cacat yang serupa dengan orang yang ditertawakannya.

3. Dilarang Duduk di Tengah – Tengah Pintu

Ibu hamil ternyata juga dilarang untuk duduk di tengah-tengah pintu, mereka percaya duduk di tengah pintu akan membuat proses persalinan akan berjalan sulit karena bayinya akan berhenti keluar ketika sudah keluar setengah.

4. Dilarang Mengikatkan Handuk di Leher

mengikat-handuk-di-leher
Ibu hamil dilarang mengikatkan handuk ke lehernya ketika akan mandi. Jika dilanggar, dikhawatirkan pantangan ini dapat menyebabkan janinnya terikat oleh tali pusar sehingga menyulitkan proses persalinan.

5. Dilarang Memaki dan Mengumpati

Orang Wanita Jawa yang tengah hamil diharapkan dapat bersikap baik pada siapapun. Ia dilarang mengumpat atau menggunjingkan tetangga atau orang disekitarnya serta memaki siapapun. Hal ini dipantang karena dikhawatirkan orang yang dimaki atau digunjingkan akan memberikan doa buruk kepada kehamilan ibu tersebut.

Baca Juga : Tembang Macapat, Tembang yang Menggambarkan 11 Fase Kehidupan Manusia

6. Tidak Boleh Makan Pisang Dempet

Mengkonsumsi pisang dempet (pisang siam) dan buah siam lainnya dilarang bagi ibu hamil dalam adat Jawa karena dipercaya dapat membuat ibu hamil mengandung anak yang kembar siam juga.

7. Pantangan Memakan Buah Mangga Kweni dan Durian

Bukan hanya menurut adat Jawa, makan buah mangga kweni dan durian memang secara medis juga dilarang bagi ibu hamil. Buah durian misalnya, ia mengandung senyawa alkohol yang dapat membuat ibu hamil mengalami kontraksi dan berpotensi menyebabkan kandungannya keguguran

8. Menutup Lubang

Ini tentu tak masuk akal. Ya, dalam adat Jawa, seorang yang tengah hamil dilarang menutup lubang, lubang apapun itu. Lubang sumur, lubang ember, lubang apapun pantang ditutup oleh ibu hamil bagaimanapun alasannya.

Baca Juga : Falsafah Hidup Orang Jawa Jaman Dahulu Sebagai Motivasi

9. Jangan Minum Air Es

air-es-untuk-ibu-hamil

Minum es atau minuman dingin ketika hamil diyakini oleh orang jawa dapat menyebabkan janin membesar atau membeku, sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan bayi akan sulit keluar.

10. Pamali Membeli Perlengkapan Bayi Sebelum 7 Bulan

Larangan membeli perlengakapan bayi sebelum usia tujuh bulan juga masih dipercayai kalangan masyarakat Jawa. Orang Jawa percaya jika membeli perlengkapan bayi sebelum 7 bulan dianggap mendahului ketentuan Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here