Siluman ular digambarkan sebagai mahluk yang memiliki bentuk tubuh manusia namun berekor ular, bagi sebagian masyarakat sering menonton acara di televisi misteri banyak yang menyebutkan akan sosok mistis yang satu ini.

Siluman biasanya ditandakan dengan adanya mahluk yang memiliki bentuk tubuh tak lazim dan tidak biasa kita lihat, karena bentuk yang aneh dan biasa digambarkan mahluk dengan tubuh separuh manusia dan separuh hewan.

Namun apakah kalian pernah mendengar tentang mitos kerajaan siluman ular di Semarang yang sempat menghebohkan dan menjadi mitos di masyarakat hingga saat ini? mungkin diantara kita akan sedikit merinding ketika mendengar tentang siluman ular berkepala manusia, berikut beberapa penjelasan akan mitos tersebut.

Siluman Ular Berkepala Manusia di Semarang

Kisah siluman ular di semarang berawal dari dulu kala ketika masyarakat Semarang dibanjiri oleh ular yang tiba-tiba masuk ke pemukiman masyarakat, tidak hanya menyerang beberapa warga namun ular yang masuk ke rumah warga tersebut dalam jumlah yang tidak sedikit dan tidak tahu darimana asal muasal kedatangan ribuan ular tersebut.

Kejadian ini pernah terjadi juga di Kota Lumpia yang ternyata pernah ditemukan ribuan ular yang masuk ke pemukiman warga, munculnya ular ini juga sama yang terjadi di Semarang yaitu banyak ditemukan di selokan atau dibawah kota, hal ini muncul berbagai dugaan tentang kerajaan ular yang ada di bawah kota semarang.

Kerajaan Ular Berada di Terowongan

siluman ular siluman ular Misteri Kerajaan Siluman Ular di Semarang siluman ular
ilustrasi

Sebagian masyarakat mendengar akan terowongan yang menghubungkan antara SMAN 1 Semarang – Lawang Sewu – Benteng Pendem, dari situlah masyarakat menyimpulkan adanya kerajaan siluman ular ini. Namun seorang dari Semarang Jongkie Tio yang seorang Sejarawan Kota Semarang menangkal bahwa sampai saat ini belum ditemukan akan keberadaan terowongan tersebut. Jongkie Tio menyebutkan jika terowongan yang saling berhubungan tersebut hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat luas karena belum ada bukti keberadaannya.

Selain itu yang menangkal akan keberadaan terowongan di Semarang adalah arsitek yang saat ini sedang meneliti beberapa bangunan tua di Semarang, dia adalah Unika Soegijopranoto yang menyebutkan tidak adanya terowongan di bawah simpang lima.

Ia berkata jika beberapa bangunan yang terhubung oleh terowongan tersebut dibangun pada masa yang berbeda, sehingga ia menduka tidak mungkin dibangun terowongan untuk kepentingan sepihak. Mungkin yang sering masyarakat bilang terowongan adalah sebuah bunker, bangunan Belanda memiliki ciri khas terdapat bangunan di bawah tanah yang biasa digunakan sebagai gudang.

Menurut penelitian ilmiah sementara dulu beberapa area lahan simpang lima pada tahun 1960an merupakan sawah yang mulai berganti menjadi kawasan elit, dan pembangunan di tempat tersebut masih menggunakan teknologi manual sehingga dimungkinkan masih terdapat rongga-rongga sebagai tempat bertahan banyaknya ular di tempat tersebut.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah kemunculan banyaknya ular yang masuk ke pemukiman warga itu ada sangkut pautnya dengan mitos yang pernah berkembang di masyarakat akan keberadaan kerajaan siluman ular berkepala manusia di Semarang? hal ini memang belum terbukti kebenarannya karena hal tersebut berhubungan dengan dunia mistis, namun beberapa acara mistis dari berbagai stasiun televisi pernah mengadakan semacam uji nyali atau acara misteri lainnya yang menyatakan atau adanya penampakan siluman ular berkepala manusia tersebut.

Walau masih mejadi mitos di masyarakat kita sebagai manusia tidak perlu takut akan keberadaan kerajaan siluman ular tersebut, karena manusia diciptakan sebagai mahluk yang lebih sempurna dan lebih mulia daripada mahluk lain, lebih baik mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta sehingga kita tidak mudah termasuk ke dalam hal yang buruk.

Sumber : liputan6.com, kangsambas.com

 

Tunggu, sedang memuat. . .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here