SHARE

Karena alasan kepercayaan dan keterbatasan modal, biasanya Anda akan lebih memilih teman sebagai patner bisnis. Sehingga membuat usaha patungan dengan harapan bisa memudahkan dalam pelaksanaan dan mencapai keberhasilan. Sayangnya tidak semua sesuai impian, terkadang bisnis patungan itu mudah hancur dan akhirnya merenggangkan hubungan pertemanan yang sebelumnya sangat baik. Supaya bisnis yang Anda kembangkan bersama teman, saudara atau orang lain yang sudah dikenal berjalan lebih baik dan sukses, berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan.

Membuat kesepakatan sejak awal

Biasanya usaha patungan dengan teman tidak dijalankan dengan kejelasan di awal. Sehingga ketika terjadi kondisi buruk akan saling menyalahkan dan berdampak pada putusnya hubungan emosional. Sejak awal membangun bisnis harus membicarakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai contoh Anda menekuni bisnis online untuk penjualan tas.

Anda bisa bertindak sebagai desainernya dan teman Anda bisa bertindak sebagai tenaga marketingnya. Dengan begitu akan memudahkan dalam melakukan evaluasi kinerja di setiap awal bulannya. Karena pembagian tugas dan tanggung jawab sudah jelas dari awal. Anda dan teman bisa saling menegur, kalau salah satunya terlihat kurang bagus kinerjanya.

Mengelola modal usaha dengan cermat

Untuk kebutuhan modal, sangat disarankan untuk tidak 50 : 50, tapi sebaiknya adalah salah satu yang lebih besar. Seperti 60 persen dari Anda dan modal sebesar 40 persen dari teman Anda. Dengan begitu Anda memiliki kewenangan lebih besar dalam menentukan arah bisnis. Bila modal sama-sama besar, maka tidak ada orang yang lebih berhak dalam mengatur arah bisnis. Sehingga perjalanan bisnis bisa kurang jelas. Bila modal sudah terkumpul, sangat penting untuk mengelolanya dengan cermat. Sehingga bisa bermanfaat bagi kemajuan bisnis.

Merekrut tenaga ahli

Mungkin Anda ingin memulai usaha patungan, sayangnya tidak bisa langsung terjun ke bisnis itu. Karena memiliki kesibukan masing-masing dalam mengelola bisnis atau pekerjaan lainnya. Cara ini bisa diatasi dengan merekrut tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman. Dengan cara ini memang Anda akan membutuhkan waktu dan tenaga khusus untuk mencari sumber daya manusia yang terbaik dan sesuai keinginan Anda  dan patner bisnis.

Setelah mendapatkan karyawan yang sesuai dengan harapan, maka harus selalu memantau kinerjanya. Pemantauan kinerja ini bisa melalui sistem pengawasan dan pelaporan yang berkala. Sehingga mencegah terjadinya manipulasi, yang merugikan bisnis Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here