Strategi bisnis perusahaan di Jepang sangatlah beda dengan perusahaan di negara lain, banyak perusahaan Jepang bersaing dengan perusahaan dunia dan mereka banyak mendominasi di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Perusahaan otomotif di Indonesia banyak didominasi oleh perusahaan Jepang seperti Toyota, Yamaha, Honda dan masih banyak lagi.

Setiap perusahaan mempunyai cara dan strategi dalam menjalankan bisnisnya, bagaimana memulai pasar, bagaimana mendapatkan produk yang baik dan semua aspek yang mendukung berkembangnya suatu perusahaan, diantara kita mungkin masih ingat dengan tragedi nagasaki dan hirosima terkena dampak nuklir yang sangat luas bersamaan dengan kemerdekaan Indonesia, mungkin di antara kita akan berfikir bahwa perusahaan sulit untuk berkembang dengan keadaan efek nuklir dari daerah tersebut, namun ternyata sebaliknya, lantas apa rahasia bisnis perusahaan dan industri di Jepang sehingga bisa mendominasi pasar di berbagai negara? Berikut beberapa strategi dasar yang digunakan beberapa perusahaan di Jepang pada periode 1970 hingga 1980-an.

Strategi Perusahaan Jepang Ternyata Meniru Perusahaan Besar di Negara Lain

Pakar manajemen strategik ternama dari Harvard Business School Michael E. Porter  mengatakan bahwa rata-rata perusahaan Jepang ternyata tidak punya strategi khusus dalam menjalankan bisnisnya, gerak langkah dari perusahaan di Jepang memiliki keseragaman, mereka hanya meniru produk unggul dari perusahaan lain dan membuatnya sama.

Operasional Effectivenness Adalah Rahasia Mereka

 

Pada periode 1970-an hingga awal 1980-an, perusahaan Jepang dengan waktu yang singkat dapat unggul dan berjaya berkat keefektifan operasional (Operasional effectivenness) mereka, untuk itu waktu sangatlah kejam di negara mereka, waktu bagi warga jepang adalah segalanya, mereka tidak mudah membuang waktu untuk hal yang mengurangi kualitas dari hidup, tidak sedikit penemuan-penemuan Jepang yang mempermudahkan kita dalam melakukan kegiatan, kita contohkan jika di negara berkembang akan menggunakan palu untuk menancapkan paku dan membutuhkan waktu sekitar 10 detik, di Jepang saat itu sudah berinisiatif untuk membuat pistol paku yang dapat menancapkan paku dalam 1 detik. Hal ini banyak digunakan oleh perusahaan besar dalam memproduksi produk yang sama dalam waktu kerja (lead time) yang lebih singkat.

Total Quality Management and “Kaizen” (Contiunous Improvement) 

 

Meniru perusahaan besar dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi merupakan salah satu strategi mereka, perusahaan Jepang selalu bergerak sama dan sesuai dengan SOP (Standard Operating Prosedure). Mereka berjalan dengan cara yang sama dan yang membedakan mereka adalah “Kaizen” yaitu Contiunous Improvement melakukan hal yang sama dan melakukan perbaikan dari perusahaan lain. Sehingga mereka dapat melakukan cara yang lebih baik dari para pesaing.

Keunggulan Produk Yang Kompetitif

Setelah memasuki tahun 2000-an, gerak dan cara kerja dari perusahaan di Jepang ternyata dapat dengan mudah dicontoh dan bersaing ketat dengan perusahaan lain negara. Hal ini membuat mereka berpikir ulang untuk menentukan arah dan posisi perusahaan di masa mendatang, salah satunya dengan memberikan produk dengan keunggulan yang kompetitif. Sebagai contoh disaat jaman semakin modern pangsa pasar mobil sport semakin banyak peminat, pabrik otomotif asal Jepang juga banyak membuat variasi mobil sport dengan spesifikasi mesin tidak kalah dengan produsen negara lain.