urus-sertfikat-tanah1
source via kompas.com

Serpong, GELUT.com – Mengurus sertifikat tanah ternyata tidak semurah dan semudah yang telah dikatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan.

Untuk membeli formulir permohonan pembuatan sertifikat saja, pemohon sudah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 30.000. Belum lagi di tambah biaya meterai hingga proses pengurusan sertifikat tanah jadi.

(Baca juga : Biaya Mengurus Sertifikat Hanya Rp 50.000)

Sebelum melakukan sertifikasi tanah ke kantor BPN setempat, para pemohon diharuskan mempersiapkan segala berkas resmi terkait dengan hak kepemilikan tanahnya.

“Pertama, harus lengkap dulu berkas-berkasnya. jika belum lengkap, kita belum bisa urus permintaan sertifikat tanahnya,” kata seorang staf Kantor BPN Kota Tangerang Selatan Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah yang tak ingin disebutkan namanya , Jumat (15/4/2016).

Berkas-berkas tersebut digunakan untuk menentukan jenis pemberian sertifikat tanah. Setelah semua berkas asli tanah dibawa dan diverifikasi, pemohon dapat membeli formulir di loket dengan harga Rp 30.000, lalu mengisi dan menandatanganinya di atas meterai.

Adapun berkas-berkas wajib yang harus dipenuhi pemohon ialah formulir permohonan, salinan identitas, surat kuasa apabila dikuasakan, salinan SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, dan penyerahan bukti SSB (BPHTB), dan lampiran bukti SSP/PPh.

Sementara itu, untuk waktu dan biaya, staf tersebut mengatakan dapat berbeda-beda tergantung pada sertifikat tanah jenis apa yang dimohonkan oleh pemohon, meskipun semua besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PP ini menjadi standar biaya yang ditetapkan untuk administrasi mengurus sertifikat tanah, adalah Rp 50.000.

Sementara itu, waktu pemrosesannya beragam antara 38 hari hingga 97 hari untuk sertifikat tanah pertama kali dan untuk sertifikat peralihan membutuhkan waktu lima hingga 15 hari.

“Misalnya begini, untuk tanah warisan kan nanti ada surat keterangan wasiat dan akta wasiat dari notaris, nah itu yang perlu dibawa untuk keperluan mengurus sertifikatnya. Jadi, biayanya juga beda,” kata staf tersebut.

Seperti yang dialami oleh warga di Kantor BPN Kota Tangerang. Bapak paruh baya ini terpaksa menyegerakan mengurus sertifikat hak milik (SHM) atas tanahnya yang diklaim pengembang besar di Bintaro.

“Saya harus mengeluarkan Rp 143.000 untuk permohonannya saja. Ini saya masih menunggu dipanggil apakah berkasnya lengkap atau tidak,” ujar dia.

Lain lagi yang dialami oleh Mumul Muhdiatul Milah, Kepala Sekolah Raudhatul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah Al Ittihad, Ciampea, Kabupaten Bogor.

Mumul mengatakan, untuk mengurus berkas dan surat tanah ke notaris saja, sudah dikenakan biaya 10 persen dari harga transaksi.

( baca juga : Beritahu Keluarga Anda, Sekarang Biaya Urus Sertifikat Tanah Hanya 50rb !!)

Dia membeli tanah untuk perluasan sekolah seluas 1.000 meter persegi dengan harga transaksi Rp 500.000 per meter persegi atau Rp 500 juta.

Dengan dikenakan biaya administrasi dan pengurusan berkas sebesar 10% sebagai akta jual beli, perempuan tiga anak ini harus membayar Rp 50 juta.

“Itu masih ngurus berkas dan surat-surat ke notaris. Belum untuk sertifikatnya,” ujar Mumul.

Saat mengajukan permohonan sertifikat ke BPN Kabupaten Bogor, dia dikenakan biaya tambahan sebesar 10% dari harga transaksi tanah.

“Jadi, total biaya mengurus sertifikat tanah sampai selesai di tangan Rp 100 juta dengan waktu berbulan-bulan,” ujar Mumul.

Mumul menambahkan, biaya sertifikat berbeda-beda di setiap wilayah, tergantung nilai jual obyek pajak (NJOP) tanah yang ditransaksikan.

Hal sama juga dikatakan Tato Gafariansyah, warga Kota Bogor yang juga pernah mengurus sertifikat tanah di Kantor BPN Kota Bogor.

“Hal tersebut sangat bergantung pada luas tanah, lokasi tanah tersebut berada dimana, dan NJOP,” Ujar Tato.

Source[.]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here